Ketika Harapan Warga Mengalir Bersama Aspirasi: Suara Cigugur Tengah di Tengah Ancaman Banjir
CIMAHI, Rajindonews.com - Matahari siang terasa menyengat ketika halaman Madrasah Maro’atul Huda mulai dipadati warga. Satu per satu kursi terisi, suara percakapan terdengar berbaur dengan harapan. Ratusan warga Cigugur Tengah berkumpul pada kegiatan Reses Masa Persidangan III Anggota DPRD Kota Cimahi, Indriasari Sih Dewanti, ST, Sabtu (22/11/2025).
Mereka datang membawa unek-unek. Tentang banjir yang setiap musim hujan menerjang rumah, merendam ruang tamu, dapur, bahkan tempat tidur anak-anak. Tentang saluran air yang tersumbat dan jalan rusak yang kerap membahayakan pengendara motor. Tentang masa depan anak-anak yang masih menunggu bangunan SMPN 16, dan tentang harapan lansia mendapatkan layanan kesehatan lebih layak.
Di antara keluhan itu, seorang warga maju menyampaikan kegelisahannya. “Sudah terlalu sering banjir masuk ke rumah. Kami hanya ingin pemerintah bergerak,” ucapnya, disambut riuh tepuk tangan.
Indriasari, yang akrab disapa Indri, mendengarkan dengan seksama. Sesekali ia mencatat, sesekali menanggapi. Sekitar 200 konstituen hadir, menunjukkan betapa besar keresahan warga selama ini.
"Semua pembangunan di Cimahi dapat bergerak karena ada kolaborasi yang kuat antara legislatif dan eksekutif," ucap Indri, optimistis. Ia menyebut, masalah banjir telah disurvei Dinas PUPR, namun terkendala besar pada pembiayaan.
Deni Sutardi, Ketua Tim Pemenangan Indriasari, menyebut angka yang mencengangkan: Rp2 miliar dibutuhkan untuk perbaikan saluran sungai. Proposal sudah masuk ke Pokok Pikiran (Pokir) sejak April lalu, namun belum terealisasi.
Di akhir acara, warga tidak hanya pulang dengan keluh kesah, tetapi dengan sedikit harapan. Aspirasi mereka telah dicatat, dan perjuangan baru saja dimulai.
"Tugas kami memperjuangkannya. Dewan tidak mengeksekusi, tetapi mengawasi," kata Deni.
Di Cigugur Tengah, hujan mungkin akan tetap datang. Tetapi hari itu, warga yakin suara mereka sudah sampai ke meja kebijakan. (Gultom)




Posting Komentar