Aspirasi Warga Soal Banjir dan Pemakaman Jadi Perhatian DPRD
Reses tersebut dihadiri ratusan warga yang menyampaikan langsung berbagai persoalan lingkungan yang mendesak penanganan. Warga menilai kondisi sungai yang belum dinormalisasi akibat terkendala pembebasan lahan menyebabkan banjir terus berulang terutama saat curah hujan tinggi. Situasi tersebut disebut mengganggu aktivitas dan keamanan warga di beberapa titik rawan genangan.
Selain itu, masalah sampah juga menjadi keluhan besar karena penumpukan yang terjadi di sejumlah RW dianggap sudah menggangu kenyamanan warga. Mereka meminta pemerintah menata sistem pengelolaan sampah agar lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Aspirasi lain yang paling menonjol adalah persoalan lahan pemakaman. Warga menyebut area Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Cigugur Tengah hampir penuh dan membutuhkan perluasan atau pembukaan lahan baru guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Dadang mengapresiasi keberanian warga menyampaikan masalah secara terbuka. Ia menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang diterima akan masuk dalam pokok pikiran DPRD dan dibahas bersama pemerintah daerah.
"Aspirasi ini baik dan benar. Untuk mengadakan lahan pemakaman perlu dukungan masyarakat karena pembangunan dilakukan dengan prinsip partisipatif," ujar Dadang merespons tuntutan pembukaan TPU baru.
Dadang juga menyoroti penanganan banjir yang belum terselesaikan dan memastikan bahwa masukan tersebut akan didorong ke dinas terkait untuk percepatan tindakan. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah strategis karena persoalan banjir dan pemakaman menyangkut kebutuhan sosial yang penting.
Reses tersebut diakhiri dengan dialog terbuka di mana warga berharap aspirasi tidak berhenti sebagai laporan, melainkan diwujudkan dalam kebijakan nyata di lapangan demi kenyamanan lingkungan mereka. (Gultom)




Posting Komentar